Sunday, August 11, 2013

-

dulu, ketika ia masih suka bertanya banyak pada orang-orang yang bertubuh lebih tinggi-besar darinya, ia tidak pernah mendapat jawaban yang memuaskan.
ia akan terus sibuk bertanya dan membuat orang-orang dewasa itu mendesah malas. semakin dilayani, semakin bawel saja mulut kecilnya bertanya soal yang lain.
ketika ia beranjak besar--tingginya sudah hampir sama dengan orang gede yang selalu ia tanyai, iajustru lebih banyak diam. berusaha memahami walaupun tidak mengerti.
banyak hal yang tidak bisa ia pertanyakan walau ingin. banyak hal yang tidak pernah menemukan jawabannnya walau harus. banyak hal yang membuatnya lebih memilih diam.
terkadang, lebih menyenangkan untuk tidak mengerti apa-apa daripada menanggung luka pada ujung keingintahuan.

Tuesday, July 2, 2013

-

bisa jadi ia pecinta hujan.
ia selalu menari dalam pelukan hujan.
ia tak pernah mengeluh meski hujan menusuk permukaan kulitnya yang rapuh.

barangkali ia pemuja hujan.
sejak pertama hujan mengetuk pintu jendelanya, tak terlewatkan semalam pun jika hujan memghampirinya.

tapi ia selalu cemburu, karena hujan selalu datang bersama mendung.
ia benci sekali mendung.
mendung selalu mengantar perkabungan padanya.
mendung tak pernah bersahabat dengannya.

ia hanya ingin ditemani. 
ia tidak suka sendirian.
hari inipun ia masih meringkuk di kolong langit.
berharap hujan akan merindukannya.

Monday, July 1, 2013

balasan sepotong rindumu

Kepada kamu, yang mungkin sedang meringkuk di sofa sambil memandangi layar ponsel. Menunggu saya menghubungi, sekedar mengucap 'selamat malam'. Atau sesekali melirik pintu berharap saya berjingkat masuk memeluk kamu.

Bagaimana kabar kamu? Sungguh saya sedang tidak baik, saya rindu sekali dengan kamu. Saya hampir gila menghitung hari yang tetsisa agar lekas menemui kamu. Haha. Tidak mempan ya, menangkis cemberut kamu?

Saya sadar, saya bujan lelaki yang romantis. Saya tidak sanggup memberi waktu saya sepenuhnya pada kamu. Saya tidak mungkin terus-terusan menelpon kamu. Kamu tahu mengapa.

Saya minta maaf, saya bukan lelaki baik. Dan kamu terlalu sempurna bagi saya
Sudahlah, kata-kata tak akan mampu menjelaskan dengan penuh.

Yang penting, saya akan datang. Maaf sekali lagi sudah terlalu banyak membuat kamu menunggu.

Tunggu saya, ya? Saya tidak akan membuat kamu kecewa lagi.

Wednesday, June 5, 2013

kantor pos

kantor pos

ia tua, oranye dan terabaikan
semenjak banyak yang meniru kerjanya
semenjak orang menganggap ia bau apak, batu tanah

tapi ia tetaplah si oranye yang dulu
tetap menyambut ramah semua surat yang singgah
meski
surat-surat di sudut ruangan sudah mengomel minta segera dikirim
mereka tak betah, mencibir tempat tua itu

kantor pos
tempat persinggahan yang berusaha mengikuti laju waktu
namun malah diterkam maut
lorong-lorongnya bernyanyi lirih
menyambut keniscayaan

kantor pos
si tua, oranye yang menjadi saksi
betapa pernah ada cinta dalam dirinya
betapa cinta begitu mudah berganti menjadi sunyi

Tuesday, June 4, 2013

kausa

--kausa

kausa bermetamorfosa menjadi
layaknya intensitas teko pada cangkir yang semula kosong
dan kini terisi hamparan ladang yang tersembunyi
kolong langit yang malu untuk menampakkan diri
pun basah tanah terkena gerimis tadi sore

kausa menjadi penting
karena tanpanya rasa tak akan menemukan asa
dan temali pertemanan tak akan pernah terikat rapi
bahkan boleh jadi kenangan akan sekedar dimakan waktu

kausa bermetamorfosa
karena ia adalah penentu
dimana insan akan terus belajar
perkara kesalahan dan pemvenaran.

Friday, May 10, 2013

perkara hujan

hujan menikam jantungku, ibu
ia tepat mendarat pada asa yang tergolek mati rasa
mencabik luka yang belum kering sepenuhnya
hujan datang mengantar pilu
membawa pulang sesuatu bernama kenangan

dulu
hujan memberi rasa aman
membangkitkan kehangatan
datang dengan beribu kejutan dan cipratan kebahagiaan

meski begitu, ibu
hujan selalu purna bagiku
rintiknya mungkin tak sehangat dulu memelukku
tapi hujamannya saat ini jauh lebih memberi arti
betapa tidak semua berakhir dengan paripurna

ibu
senja ini hujan kembali mengetuk jendela kamarku
rintiknya selembut dulu,
]menyodorkan asa beribu rasa []

Betapa

aku menyaksikan kamu melabuh, jauh
meninggalkan siluet sebidang raga yang selaluu kurindu
dari jarak ribuan kilo, masih kuingat jelas bau tubuhmu
pun suara yang selalu menyapaku kala aku membuka mata di pagi buta
taukah kamu, beribu banyak betapa menelusup dalam rasa semenjak kamu tak pernah menoleh lagi?
tak terhitung jumlahnya, tuan
orang bilang n kali, tiada berujung, katanya
aku masaih berdiri pilu, di atas perahu yang sudah setengah karam
menyaksikan kamu hilang ditelan malammerasakan dinginnya air telaga merenggut raga
aku memutuskan menyerah saja perkara kamu
karena kamu bahkan lebih rumit dari cacing integralataupun garis singgung lingkaran
karena kamu dan aku bahkan tak pernah menemukan koordinat titik temu
hari ini, tuan
aku memutuskan menyerah, melepas asa yang terlalu tinggi kugantungkan
aku melupakan segala betapa;
betapa rindu begitu menyiksaku hingga nelangsa bertahun belakangan
betapa []

Tuesday, March 19, 2013

hujan

--hujan hujan sore itu mengantar berjuta rindu yang lama menguap
melalui tetesan-tetesannya , rindu diajak berdamai dengan semesta,
agar jangan lagi menghindar
meski rindu dan semesta sama-sama diam
hujan tahu mereka bercakap dalam bisu
cukuplah hening yang membahasakan tutur kata mereka
dan cukuplah hujan yang menjadi saksi letupan rasa yang kembali tumbuh

Tuesday, March 5, 2013

perkara kamu dan senja

kamu dan senja layaknya serupa--sua ciptaan Tuhan yang dilukis tanpa cela.

Saturday, February 23, 2013

kafein

berteman dengan kafein, membuatnya terjaga sampai larut. namun nyatanya, ia hanya ingin larut dalam cangkir semestamu saja.

lingkaran

kamu adalah sebuah lingkaran bagiku. aku berputar di dalamnya, tanpa tahu jalan keluar

tentang saya, kamu dan jenuh

Diam-diam jenuh menelusup dalam buku-buku jemari anatara saya dan kamu. memaksa saya merenggangkan jarak kita berdua. kadang, saat saya berjuang mengusir lelah dan berperang dengan jenuh, kamu justru berkawan baik dnegannya. entah apa yang ada dalam pikiran masing-masing dari kita. mungkin, jenuh adalah batas yang memberi masing-masing cermin untuk memilih dan menengok ke belakang. sejenak, saya sadar. kamu dan saya, kita dan jenuh, hanya sama-sama lelah hanay untuk sekedar bercermin pada realita

pelengkap

saya adalah apa yang ada dalam setiap helaan napasmu. adalah apa yang ada dalam setiap denyut hidupmu. adalah sebuah sederhana dalam semestamu. --saya hanya berusaha menjadi pelengkap potongan kosong dalam semestamu saja.

Friday, February 8, 2013

hari kedua puluh tujuh: #kepadakamu

#kepadakamu

 hai, kamu. dari mulai dua hari yang lalu aku mulai mencoba menjalankan proyek twit bertagar #kepadakamu , yang memang aku tujukan kepada kamu. aku berusah sebisa mungkin konsisten menulis untuk kamu, menguapkan perasaanku yang terlalu lama mengendap tanpa pernah tersampaikan. kamu mungkin terkejut, atau mungkin akan menanggapi biasa saja jika tahu. yang jelas, kali ini sepertinya aku tidak akan menyampaikannya. temanku--yang juga temanmu kemarin bilang,
"tanpa dikatakanpun, perasaan yang benar-benar ada pasti akan tersampaikan dengan sendirinya"
. aku berharap. aku sangat berharap hal itu benar adanya, aku berharap semesta berkonspirasi menyampaikan perasaanku padamu, tanpa perlu aku menyampaikannya sendiri. kepada kamu, terimakasih sudah membuat kupu-kupu yang lama tidak datang kembali singgah di dalam perutku tiap kali kita tidak sengaja bertatapan, walaupun hanya sedetik. terimakasih telah menghadirkan kembali letupan-letupan kecil tiap aku melihat tawa lebarmu. kamu, sekali lagi aku sangat berterimakasih, kamu menghadirkan pelangi dalam semestaku. kepada kamu. sungguh, aku benar-benar akan merindukanmu.

Thursday, February 7, 2013

hari kedua puluh lima: untuk kamu yang kemarin berulang tahun

untuk kamu yang kemarin berulang tahun, selamat ulang tahun ya. tahun ini harusnya banyak yang bisa kamu renungi, harusnya banyak yang bisa kamu pelajari dan harusnya banyak yang bisa kamu syukuri. berhentilah berpura-pura. semua tidak terasa menyenangkan lagi saat kamu berpura-pura. berhentilah mengharapkan hal yang sudah berlalu, tidakkah kamu lelah dengan segala imajinasimu yang tidak rasional itu? berhentilah mengeluh. berhentilah berlari, kamu akan lelah. berhentilah. untuk kamu yang kemarin berulang tahun, hanya satu yang aku minta kepadamu. berbahagialah. aku akan menemuimu lagi tahun depan, memberi nilai perkara bahagiamu.

Thursday, January 31, 2013

hari kedelapan belas: sepotong surat untuk @kucingpukpuk

hallo @kucingpukpuk .
gimana kabar kalian pagi ini? aku terus terang lagi suntuk berat sama pagi ini. hujan turun semalaman sampai subuh tadi. aku juga lagi flu gara-gara kehujanan kemarin. *curhat*

rasanya agak aneh nulis surat cinta buat kalian, tapi berhubung tahun terakhir aku pengen banget nulis ini buat kalian.

ehm, jadi aku ingin bilang kalau aku berterimakasih sekali sama kalian untuk semua selama hampir dua tahun belakangan ini. kalian adalah yang terbaik yang pernah aku temui. sering banget pas mood sarah naik-turun kalian ngebuat semuanya terasa baik-baik aja. semua masalah kayaknya nggak ada artinya. ngeliat kalian ketawa kayak orang gila setiap hari rasanya bisa jadi obat stress pribadi. makasih ya, kalian berharga banget buatku, dan waktu kayaknya nggak suka kita bareng terlalu lama. nggak kerasa, ya, udah tinggal dua bulan lagi. mau nggak mau kita harus ketemu hari itu. hari dimana kita harus mempertanggung jawabkan hasil belajar kita selama tiga tahun dan sekaligus hari dimana kita harus memperjuangkan mimpi-mimpi kita.

tapi, semuanya nggak akan kerasa berat kalau kita ngelakuinnya bareng-bareng, kan? *baca: bukan contoan berjamaah :p* .yap. kita semua pasti bisa ngelaluin semuanya bareng-bareng. karena bersama kalian, semuanya terasa mudah. kita hanya perlu memperjuangkannya bersama -sama.

duh, jujur aku pasti bakal malu banget kalau kalian baca surat ini. jadi buat mimin yang liat surat ini, buat siapa aja yang liat surat ini, jangan pernah bilang kalian udah baca, ya. aku malu, dan lebih takut lagi nangis di depan kalian.

@kucingpukpuk , aku sayang banget sama kalian semua. dan aku pasti bakal bener-bener kangen sama kalian semua :"/ .*hug*


31.1.13
tertanda, @kucingpukpuk 35



sarah aghnia husna

Saturday, January 19, 2013

hari keenam: halo, aku rindu

mengingat kamu, seperti membuka kotak rahasia. tidak boleh ada yang tahu.
membuka memori lama yang mengandung kamu, pastilah seperti membuka kapsul waktu.

halo. apa kabarnya kamu?
sudah lama tidak disengat rindu tentang kamu. sial sekali hari ini rindu itu kembali ingin main bersama rasa di lorong hati. hari ini aku teringat tentang kamu, tentang kita dan semua ocehan gila kita tiga tahun yang lalu. ah. sial. semua tidak boleh diingat, kan? mengingat kamu sudah punya yang lain sekarang.

halo. bagaimana perasaaan kamu saat ini? bahagia kah?
aku cuma ingin bilang kalau aku rindu kamu.



19.1.13
sarah aghnia husna

Thursday, January 17, 2013

hari keempat: Untuk Rindumu yang Semu

aku lagi-lagi melihat kamu di ujung ruangan, menatap nanar deretan kata pada lembar usang itu. sudah kubilang, tidak perlu kamu baca lagi. kamu hanya perlu membacanya sekali, kemudian buang jauh-jauh. lupakan isinya. tapi kamu melakukannya lagi dan lagi. dan aku tidak bisa melarangmu. aku tahu kamu begitu, karena kamu merindukanku.

maafkan aku. kali ini aku tidak lagi punya daya kepadamu. maafkan aku, kali ini aku hanya bisa membuatmu terus bersedih.

tapi.
bukankah kamu yang bilang semua akan baik adanya? dan kamu membuatku percaya.
bukankah kamu yang bilang kamu akan baik-baik saja? dan kamu membuatku merasa kian merasa bersalah
bukankah kamu yang bilang  jarak dan waktu bukan masalah? kamu bohong.
aku tidak bisa menyalahkan kamu, kamupun tidak bisa menuduh semesta. semua mungkin akan lebih baik begini. aku yakin, kamu bisa meninggalkan hari-hari seperti ini. aku yakin kamu akhirnya bisa merelakanku. anggap saja aku ini hanya sesendok gula dalam cangkir kopimu. aku ada, kamu tidak perlu khawatir. kamu hanya tidak melihatku. kamu bisa merasakanku, kamu hanya tidak menyadarinya.

jadi, sudah kubilang, kan hari itu? tersenyumlah. aku tidak meninggalkanmu.
rindu semumu akan segera terbalaskan, suatu saat. Tuhan sedang mengajarimu untuk bersabar. jangan biarkan kamu yang menunggu waktu, biarkan waktu yang melakukannya untukmu.
aku akan menunggumu, kamu tidak perlu khawatir. aku sepenuhnya milikmu.

17.1.13
sarah aghnia husna



Wednesday, January 16, 2013

hari ketiga : Tanpa Batas

kepada lelaki yang mengukir potongan senja di setiap lengkungan senyumnya.
kepada lelaki yang memiliki binar mata sempurna di setiap kedipannya.
kepada lelaki yang, ah saya tidak tahu harus berkata apa lagi.
saya mengingat kamu. setiap hari, di setiap waktu saya yang berharga. saya merelakan angan saya melayang, menjelajah dimensi bersama kamu, karena kamu adalah rindu menjanjikan.  saya tidak tahu, bagaimana Tuhan bisa menciptakan makhluk yang mampu membuat oksigen--yang seharusnya mengisi rongga paru-paru saya, selama beberapa detik tidak mampu saya hisap. saya tidak tahu, alasan apa yang membuat kupu-kupu secara tiba-tiba muncul dalam perut saya dan menggelitik setiap melihat tawa kamu. kamu menhilangkan batas logika dan perasaan saya, membuat otak dan hati saya berkawan baik.
bolehkah saya bilang kamu, ehm. memikat?
tidak, saya rasa saya tidak berlebihan. kamu memiliki segalanya. rambut ikal kecokelatan yang menjuntai sampai hampir menyentuh kerah baju. mata indah seperti biji kenari yang bersinar. deretan gigi rapi dengan senyum seperti yang saya katakan sebelumnya. kamu ramah, kamu cerdas, kamu disenangi semua orang. apa lagi yang mungkin kamu harapkan? apa lagi yang mungkin saya katakan?
kalau ada kata semacam sempurna untuk manusia--karena saya yakin kesempurnaan hanya milik Tuhan, saya akan menyebut kamu begitu.
kepada lelaki yang membuat jantung saya bekerja dua kali lebih cepat.
bolehkah saya menyimpan rasa pada kamu? sungguh, saya hanya akan menyimpannya. nanti pada saatnya, saya akan serahkan keranjang berisi toples-toples rasa saya yang mungkin tak akan terhitung jumlahnya.
saat ini, kamu hanya perlu tahu. saya mencintaimu dan akan mencintaimu, tanpa batas.

16.1.13
sarah aghnia husna

Tuesday, January 15, 2013

hari kedua: ini (bukan) surat cinta

kepada alitt susanto a.ka @shitlicious
halo. apa kabar?
sebenarnya saya belum pernah menulis surat cinta untuk orang yang "nyata", apalagi selebtwit -____-
jadi, pertama-tama anggaplah ini bukan surat cinta. mungkin, ini cuma surat sebagai rasa terimakasih saya karena salah satu tulisan abang menginspirasi saya.
jujur, saya nggak tau harus nulis apa. saya juga tahu diri abang pasti juga nggak peduli saya nulis apa buat abang, karena nggak akan merubah apa-apa dari abang. jadi sebelumnya saya minta maaf udah lancang berani nulis surat cinta untuk selebtwit sekece abang.
oke. kembali ke inti surat saya.
sebenarnya saya nggak pernah berniat baca buku abang, skripshit. no offense. sebutlah konspirasi semesta atau sebuah kebetulan, akhirnya saya baca buku abang. dan abang nggak perlu khawatir, saya akui buku abang bagus. saya sampai sakit perut gara-gara kebanyakan ngakak. terimakasih bang, saat itu saya sumpek dan sudah lama nggak merasakan nikmatnya ngetawain orang *hapus kalimat terakhir*.
saya salut sama abang. walaupun abang nulis buku ngocol kayak gitu, abang masih ngasih sesendok pengalaman hidup abang dibalik cerita-cerita abang yang lain. cerita hidup abang "nyentil" saya secara nggak langsung. saya jadi mikir buat bikin hidup saya lebih berarti lagi, saya nggak mau nyia-nyiain masa muda saya #tsaaah *lempar saya dari tebing*
karena itu, bang. lewat kesempatan nulis surat cinta ini, saya ingin berterimakasih sama abang. saya mau menyampaikan apresiasi saya sama abang, sama tulisan-tulisan abang yang membuat saya berhasil ngumpulin potongan-potongan tawa saya buat ngetawain kekonyolan hidup abang.
nah, bang. saya akhiri surat saya di sini ya. semoga abang nggak membenci saya karena udah lancang ngatain abang di surat cinta yang harusnya penuh cinta ini. sekali lagi terimakasih bang. semoga abang cepet melepas gelar mahasiswa abadi dan sukses terus buat bikin orang bahagia. mention saya bang, kalo abang selesai baca surat saya. semoga kita ketemu kapan-kapan :)


15.1.13
sarah aghnia husna

Monday, January 14, 2013

hari pertama : ketika kamu pulang

hai. selamat sore.
wangi hujan menyapa hidung saya begitu saya membuka mata dari istirahat siang saya. ah. memori-memori beku yang bergelantungan itu tampaknya telah kering. ragu, saya menyentuh salah satu di antaranya. jemari saya merasakan dingin, benda itu belum kering sepenuhnya. saya bahkan masih dapat merasakan ingatan-ingatan dalam benda mati itu. saya dapat merasakan tawa hangat yang selalu kamu perdengarkan pada saya setiap kali saya berkelakar. wangi tubuh kamu, masih sangat saya hapal pun terpisah jarak di ujung pengelihatan. semua tentang kamu tak pernah menguap dari memori otak saya, selalu menggenang, basah dan tak kunjung kering. kali ini, otak saya mantap berkonspirasi dengan hati saya. mereka mantap untuk enggan melepas kamu dari laci-laci memori saya.
saya melirik jam di ujung ruangan. ia tampak sedang menggoda saya. benar saja, wangi kopi tampak menyeruak dari ujung ruangan yang lain. suara kaki mengendap-endap tampak terdengar mendekat.
selamat datang kembali di rumah, tuan. saya siap menyambut rasa yang kembali menjadi tunas-tunas yang mulai bermekaran ketika kamu kembali pulang.

14.1.13
sarah aghnia husna