aku menyaksikan kamu melabuh, jauh
meninggalkan siluet sebidang raga yang selaluu kurindu
dari jarak ribuan kilo, masih kuingat jelas bau tubuhmu
pun suara yang selalu menyapaku kala aku membuka mata di pagi buta
taukah kamu, beribu banyak betapa menelusup dalam rasa semenjak kamu tak pernah menoleh lagi?
tak terhitung jumlahnya, tuan
orang bilang n kali, tiada berujung, katanya
aku masaih berdiri pilu, di atas perahu yang sudah setengah karam
menyaksikan kamu hilang ditelan malammerasakan dinginnya air telaga merenggut raga
aku memutuskan menyerah saja perkara kamu
karena kamu bahkan lebih rumit dari cacing integralataupun garis singgung lingkaran
karena kamu dan aku bahkan tak pernah menemukan koordinat titik temu
hari ini, tuan
aku memutuskan menyerah, melepas asa yang terlalu tinggi kugantungkan
aku melupakan segala betapa;
betapa rindu begitu menyiksaku hingga nelangsa bertahun belakangan
betapa []
No comments:
Post a Comment
saya tidak keberatan dengan komentar :D