Sunday, August 11, 2013

-

dulu, ketika ia masih suka bertanya banyak pada orang-orang yang bertubuh lebih tinggi-besar darinya, ia tidak pernah mendapat jawaban yang memuaskan.
ia akan terus sibuk bertanya dan membuat orang-orang dewasa itu mendesah malas. semakin dilayani, semakin bawel saja mulut kecilnya bertanya soal yang lain.
ketika ia beranjak besar--tingginya sudah hampir sama dengan orang gede yang selalu ia tanyai, iajustru lebih banyak diam. berusaha memahami walaupun tidak mengerti.
banyak hal yang tidak bisa ia pertanyakan walau ingin. banyak hal yang tidak pernah menemukan jawabannnya walau harus. banyak hal yang membuatnya lebih memilih diam.
terkadang, lebih menyenangkan untuk tidak mengerti apa-apa daripada menanggung luka pada ujung keingintahuan.

No comments:

Post a Comment

saya tidak keberatan dengan komentar :D