Yang jelas, tanpa pernah kau sadari aku mengamatimu. Dan mengagumimu, tentu saja.
Aku selalu tahu waktu-waktu yang kau lalui sepanjang hari. Kau lelaki yang rajin, kau tak pernah melewatkan waktu ibadahmu. Setiap pagi, kau cukur kumis halus yang mulai tumbuh agar terlihat rapi. Rambut ikalmu terkadang sedikit mencuat karena terburu-burunya dirimu. Kadang, perutmu tak sempat terisi di pagi hari karena berharganya waktumu. Hanya beberapa teguk kopi pekat yang selalu mengisi pagimu. Tapi karenanya, kadang kau mengeluh tidak sehat karena ternyata beberapa teguk kopi bukan solusi yang baik untuk pagimu.
Kau adalah lelaki terbaik dalam hidupku. Walau terkadang kau meninggalkanku karena panggilan-panggilan mendadak dari temanmu. Tak apa. Aku tetap sayang padamu. Meskipun kadang kau lupa ulang tahunku. Tak apa, aku senang kau tetap mengucapkannya walau sedikit terlambat. Ya, aku tahu. Mungkin kau tidak lupa. Hanya canggung untuk memulai pembicaraan karena kesibukanmu yang membatasi pertemuan kita. Aku tahu persis kau bukan tipe lelaki yang banyak bicara. Tapi rasa sayangku tak pernah berkurang sedikitpun.
Sedang apa kau sekarang?
Apa sedang mengangkat sebuah telepon maha penting?
Atau dalam perjalanan pulang?
Mungkinkah kau pulang larut lagi?
Sulit kukatakan, tetepi lewat coretan kecil ini aku ingin kau mengerti. Betapa aku menyayangimu. Betapa aku merindukanmu. Aku rindu kecupan manis di puncak kepalaku seperti saat kau akan pergi jauh. Rindu celetukan-celetukanmu di sela percakapan kita. Rindu tawa renyahmu. rindu saat kau di rumah, melewati waktu bersama, untuk sekedar duduk santai.
Aku sayang sekali padamu..
Untuk ayahku tercinta yang sedang bekerja, terimakasih untuk semua yang telah kau beri padaku.
Aku sayang padamu.
Peluk dan cium dari jauh, sampai ketemu di rumah.
No comments:
Post a Comment
saya tidak keberatan dengan komentar :D