Tuesday, March 19, 2013

hujan

--hujan hujan sore itu mengantar berjuta rindu yang lama menguap
melalui tetesan-tetesannya , rindu diajak berdamai dengan semesta,
agar jangan lagi menghindar
meski rindu dan semesta sama-sama diam
hujan tahu mereka bercakap dalam bisu
cukuplah hening yang membahasakan tutur kata mereka
dan cukuplah hujan yang menjadi saksi letupan rasa yang kembali tumbuh

Tuesday, March 5, 2013

perkara kamu dan senja

kamu dan senja layaknya serupa--sua ciptaan Tuhan yang dilukis tanpa cela.

Saturday, February 23, 2013

kafein

berteman dengan kafein, membuatnya terjaga sampai larut. namun nyatanya, ia hanya ingin larut dalam cangkir semestamu saja.

lingkaran

kamu adalah sebuah lingkaran bagiku. aku berputar di dalamnya, tanpa tahu jalan keluar

tentang saya, kamu dan jenuh

Diam-diam jenuh menelusup dalam buku-buku jemari anatara saya dan kamu. memaksa saya merenggangkan jarak kita berdua. kadang, saat saya berjuang mengusir lelah dan berperang dengan jenuh, kamu justru berkawan baik dnegannya. entah apa yang ada dalam pikiran masing-masing dari kita. mungkin, jenuh adalah batas yang memberi masing-masing cermin untuk memilih dan menengok ke belakang. sejenak, saya sadar. kamu dan saya, kita dan jenuh, hanya sama-sama lelah hanay untuk sekedar bercermin pada realita

pelengkap

saya adalah apa yang ada dalam setiap helaan napasmu. adalah apa yang ada dalam setiap denyut hidupmu. adalah sebuah sederhana dalam semestamu. --saya hanya berusaha menjadi pelengkap potongan kosong dalam semestamu saja.

Friday, February 8, 2013

hari kedua puluh tujuh: #kepadakamu

#kepadakamu

 hai, kamu. dari mulai dua hari yang lalu aku mulai mencoba menjalankan proyek twit bertagar #kepadakamu , yang memang aku tujukan kepada kamu. aku berusah sebisa mungkin konsisten menulis untuk kamu, menguapkan perasaanku yang terlalu lama mengendap tanpa pernah tersampaikan. kamu mungkin terkejut, atau mungkin akan menanggapi biasa saja jika tahu. yang jelas, kali ini sepertinya aku tidak akan menyampaikannya. temanku--yang juga temanmu kemarin bilang,
"tanpa dikatakanpun, perasaan yang benar-benar ada pasti akan tersampaikan dengan sendirinya"
. aku berharap. aku sangat berharap hal itu benar adanya, aku berharap semesta berkonspirasi menyampaikan perasaanku padamu, tanpa perlu aku menyampaikannya sendiri. kepada kamu, terimakasih sudah membuat kupu-kupu yang lama tidak datang kembali singgah di dalam perutku tiap kali kita tidak sengaja bertatapan, walaupun hanya sedetik. terimakasih telah menghadirkan kembali letupan-letupan kecil tiap aku melihat tawa lebarmu. kamu, sekali lagi aku sangat berterimakasih, kamu menghadirkan pelangi dalam semestaku. kepada kamu. sungguh, aku benar-benar akan merindukanmu.