Friday, September 7, 2012

untitled

debaran itu mungkin kecil, tapi konstan.
menimbulkan perasaan nyaman yang besarnya tak terdefinisi.
sentuhan itu mungkin hampir tak terasa tapi membuat letupan kecil dalam hati.
tatapan itu mungkin hanyalah sorot normal saja.
tapi mampu merobek dinding yang lama kokoh.
lengkungan senyum terbentuk di bibirku.
apakah itu kamu?

Wednesday, September 5, 2012

(seharusnya)#hari kedua : Kita

aku ingin menjadi daun pohon oak pada musim gugur.
agar relanya menyatu dalam jiwaku.
merelakanmu mencari yang lebih baik.
agar aku dapat mengikhlaskanmu pergi dari relungku.
aku ingin menjadi pelita dalam ruang dan waktu yang berbeda
agar aku dapat menyinarimu tanpa pamrih di hari gelapmu.
aku ingin menjadi sisi lain dari seorang lelaki baik-baik
agar aku dapat menjagamu dan mencintaimu dengan  "terlihat" baik-baik.
aku ingin menjadi seorang politikus, agar dapat mengumbar maafku tanpa ego yang tinggi.
aku jengah dengan segala riuh tak wajar dalam hubungan kita
aku lelah dengan segala jerit dan pekikan nyaring dalam setiap percakapan kita.
berisik.
aku bosan dengan semua pendapat mereka.
berisik.
aku terganggu dengan suara-suara di kepalaku.
aku mencintaimu, aku membutuhkanmu dan sebaliknya pun begitu kan?
tidakkah itu cukup bagi kita?
tidakkah itu adil?
tetaplah di sini.
tetaplah di sisiku.
tetaplah melengkapi kata kita dalam hidupku.

 ditulis dengan dendang Bad Boy-Bigbang
Bad Boy lyric:
I was too harsh that night
I didn’t know you would really leave
The words, “I’m sorry”, is too difficult for us that we take it to the end
Because I’m ill-tempered
We fight over stupid things numerous times a day
You take off crying, I look around and think,
‘She’ll come back tomorrow. She’ll definitely call me first in the morning’
Baby, I can’t, I’m so bad that I want to be good to you but it’s hard
Every day and night I’m so mean cuz I’m so real so I’m sorry (but I can’t change)
I’m the one you love but sorry I’m a bad boy
Yes, just leave me, good bye, you’re a good girl
The more time passes, the more you get to know me, only disappointments will remain but
Baby don’t leave me, I know you still love me
Why, yes, I’ll tell you the truth, I need you
My lay lay lay lay lady
My lay lay lay lay lady
You say that I’m different than other guys so it’s hard
You’re still like a young girl with a soft heart
For you, who is always smiling next to me, I’m still too young
With the excuse that I’m busy, I postpone our date
Because I’m sorry, because I’m frustrated, I turn my head
The bride in my dreams is just a friend now
Upset over the breakup, we are silent
Baby, I can’t, I’m so bad that I want to be good to you but it’s hard
Every day and night I’m so mean cuz I’m so real so I’m sorry (but I can’t change)
I’m the one you love but sorry I’m a bad boy
Yes, just leave me, good bye, you’re a good girl
The more time passes, the more you get to know me, only disappointments will remain but
Baby don’t leave me, I know you still love me
Why, yes, I’ll tell you the truth, I need you
My lay lay lay lay lady
My lay lay lay lay lady
Don’t say a thing
I act tough but I’m not inside
Don’t abandon me
You know that there’s no one who will understand me like you, baby
Oh you, come back to me ye ye ye
I’m the one you love but sorry I’m a bad boy
Yes, just leave me, good bye, you’re a good girl
The more time passes, the more you get to know me, only disappointments will remain but
Baby don’t leave me, I know you still love me
Why, yes, I’ll tell you the truth, I need you
My lay lay lay lay lady
My lay lay lay lay lady
I’m the one you love but sorry I’m a bad boy
Sorry I’m a bad boy, Sorry I’ma bad boy
Yes, just leave me, good bye, you’re a good girl
You’re a good girl, you’re a good girl

Saturday, September 1, 2012

secangkir rasa

secangki kafein di gelas ini sudah tidak lagi mengepulkan asapnya.
asapnya hilang, entah, membawa rinduku menguap bersamanya.
secangkir kafein di gelas ini sudah kehilangan kehangatannya, entah, membawa pergi hangatnya senyummu dalam benakku.
meski kusesap dalam diam, meski kusesap pelan-pelan.
akankah secangkir rasa ini ikut menguap seperti secangkir kafein?
entah

sebuah tanya kecil

am i falling in love? jatuh cintakah saya? saya sendiri tidak yakin. sudah dua tahun saya diam saja berusaha mengabaikan getaan kecil dalam hati saya. kemudian kupu-kupu itu datang dan mengganggu perut saya lagi. menumbuhkan tunas yang saya biarkan agar mati. memupuk rindu yang lama usang terabai.
bolehkah saya jatuh cinta? bolehkah kepada yang ini?
rasanya saya ingin menghajar akmu, kalau boleh. saya sudah berusaha mematikan segala rasa yang tumbuh--seperti racun yang mematikan kecoa. tapi kamu malah tersenyum pada saya ketika saya sudah membuat sekarat kecoa itu--maksud saya perasaan saya.
sudahlah, mana mungkin say jatuh cinta lagi pada kamu.mana mungkin? iya kan?
tapi kalau benar saya jatuh cinta lagi pada kamu, apa yangharus saya perbuat?

Friday, August 31, 2012

kepadamu, tuan

kepada tuan masa depan.
aku menunggumu, meringkuk, lapuk
menunggu kau menyapaku dengan hangat seperti secangkir kafein pekat di pagiku yang kelabu.
aku memejamkan mataku erat, berharap saat aku membuka mata kau sedang mendekapku hangat.
aku menyimpan semua perasaanku, tawaku, di dalam sebuah kotak.
agar saat kau ketemukan nanti, kau bisa menikmati semua  letupan-letupan kecil yang lama kupendam sendiri.
agar saat kau menemukanku nanti, kau tahu betapa aku begitu ingin menemukanmu.
kepada tuan masa depan, datanglah segera.

Tuesday, August 28, 2012

Setoples

aku masih menagih janjimu.
aku rela membiarkan waktu memburuku dan membunuhku demi janjimu.
tepatilah segera.
aku haus dan lapar.
kenyangkan aku.
puaskan aku.
beri aku janjimu.
demi janjimu, setoples penuh kenangan dengan bumbu canda dan tawa.

Thursday, August 16, 2012

Mimpi

Aku menunggu gelisah, hari sudah merangkak menuju kegelapan.
Kemudian kau datang, dengan sepeda tuamu itu. Menawarkan sebuah tumpangan untuk kembali.
Aku mengangguk pasrah dan membaca apa yang kau pikirkan.
Bagaimana aku tahu, jika sekalipun tidak dia menyandarkan kepalanya padaku sebagai tempat singgah dan merasa aman?
Aku tersenyum menyambutmu. Aku duduk dan memelukmu erat sembari menyandarkan kepalaku di punggungmu.Dan aku menikmati irama jantungmu yang tak keruan menyambutku.
Sepeda tua itu beranjak jauh. Dan sampai di pemberhentian yang seharusnya.
Dan aku mengucapkan terimakasih yang seharusnya.
Kau menggenggam tanganku dan melepaskanku pergi.
***
Aku membuka mataku yang silau disapa sinar matahari. Membaca situasi sekeliling ranjangku.
Hanya mimpi. Sial.
Aku kembali menarik selimut dan memasukkan tanganku ke balik bantal.
Ada sesuatu mengganjal. Setangkai mawar kering menyembul dari balik bantal.
Lelaki dalam mimpiku itu rupanya membiarkan aku menyimpan pemberiannya semalam.
***