sedikit mengutip posting sebelumnya.
15 Februari 2012, 5;29 pm
Sudah dua kali kamu mampir dalam mimpi-mimpi saya. Membuai saya seolah tidak ada apa-apa. Bisakah kamu berhenti hadir dalam mimpi saya dan menyapa saya dalam kehidupan nyata saja?
Asal kamu tahu, saya terkadang lelah mengharapkan kamu kembali. Tetapi kamu malah jadi sering mampir dan mengajak rindu bermain di hati dan pikiran saja. Jangan melenakan saya akan hal yang tidak pasti.
Saya rindu kamu, saya ingin kamu. Dalam kenyataan, bukan ketidakpastian seperti ini.
29 Februari 2012, 8:32 pm
Saya rindu. Empat hari lagi kamu berulang tahun. Empat hari lagi setahun sudah saya menunggu kamu. Empat hari lagi entah apa yang akan terjadi. Saya tetap rindu kamu. Mudah-mudahan seterusnya terus begini. Atau musnah samasekali. Saya tidak ingin terus-terusan menengok masa lalu, seperti kamu. Tapi bagaimanapun juga saya bersyukur untuk satu setengah tahun belakangan. Terimakasih banyak, ya.
Hari yang sama, 8:41 pm
Andai kamu tahu saya khawatir saat diam-diam saya melihat timeline kamu. Dislokasi? Ah. Andai saja saya masih bersama kamu. Tentu saya akan menjadi orang pertama yang kamu beritahu kan? seperti saat asma kamu kambuh, atau saat kamu wawancara di radio untuk pertama kali.
Saya khawatir melihat tulisan kamu. "Dislokasi :(" Begitu, kan tulisanmu? Haha, saya memang masih peduli. Sulit sekali mengenyahkan kamu dari pikiran. Yang ada tambah sakit kepala saya. Ya, seperti setahun belakangan ini, saya tidak lagi bisa menyentuh kamu, atau mendengar ocehanmu. Maafkan saya, ya. semoga kamu cepat sembuh.
Hari yang sama, 9:13 pm ; rencana.
happy new age and sweet 17, Gi. Smg bandmu tambah sukses dan cepet punya cewek biar ga dikatain homo. wishlistnya sebutin aja, ntar diaminin. Mau kado apa nih? Enjoy your day ya.
Save in draft? Yes.
1 Maret 2012, 9:10 pm
Sedang apa kamu sekarang? Ingin sekali saya bertanya padamu. Tapi untungnya logika saya selalu mengingatkan untuk tidak melakukannya. Karena saya hanya akan terus berpura-pura yakin kamu sedang sibuk dan terlalu lelah untuk sekedar menjawab dan menyapa. Karena hanya akan membuat semua terasa selalu menyakitkan. Ah, kapan kita bisa bersama lagi?
2 Maret 2012; 05:07 am
Haha lagi-lagi kamu datang ke mimpi saya. Tapi kali ini saya senang. Karena kamu tampak bahagia dan nyata. Apakah ini sebuah pertanda baik? atau hanya pikiran tentang kamu yang mengendap lalu menguap detik itu juga?
Hari yang sama, setelah sebuah gelas pecah, 5:46 am
Apakah kita seperti gelas pecah yang tak mungkin bersama lagi?
Hari yang sama, 6:44 pm
Haruskah saya membuang kamu jauh-jauh dari pikiran dan hidup saya? Dan kalau memang iya, alasannya jelas. Kamu bukan lelaki baik, katanya. Tapi, kenapa keharusan itu terasa sangat berat?
3 Maret 2012, 06: 22 pm
Kurang lima jam dua puluh dua menit lagi kamu ulang tahun. sekarang pukul delapan belas lebih dua puluh delapan menit. Saya gugup. Ah, bukan. Takut. Saya belum mau berhenti mengharapkan kamu kembali. Tapi saya harus. Life must go on although without ya, right?
Hari yang sama, 8: 04 pm
Kafein. Ya, lagi-lagi kafein. Pelarian saya ketika banyak pikiran, stres, atau. akmu yang terlalu lama bercokol di otak saya, lebih dari biasanya. Mama saya selalu bilang, jangan sering-sering, tidak baik untuk kesehatan. Tapi toh saya tetap begini. Menegak kafein kala suntuk seperti sekarang. Saya bukan pecinta kafein seperti kebanyakan. Saya hanya butuh teman untuk merilekskan dan menjernihkan pikiran saya. Membuka pikiran dan mata saya lebar-lebar dan menjaga otak saya untuk selalu ingat. Kita berbeda. Terlalu jauh berbeda. Tidak mungkin bersama. Kecuali Tuhan yang membuat kita bersama lagi. seperti dulu. dulu. Kata yang kadang saya benci. Dulu berarti waktu yang terlewat dan takkan bisa terulang. Dulu berarti sudah. Seperti kita. Seperti kebersamaan kita. Kata yang kadang menyakitkan untuk diingat, tetapi tidak rela dibuang begitu saja. Ah. Pahit, seperti kafein di cangkir saya.
Hari yang sama, 9:31 pm
Ah, kenapa jadi seperti akan berpisah jauh? Padahal kita masih bernaung di bawah langit yang sama. saat ini waktu terasa menyiksa. seperti memburu saya untuk lekas melepas kamu. Ah. Kenapa jadi sedih? Malah berkelbat potongan kenangan kitta-itupun kalau bisa dibilang kenangan. Sepertinya semua orang menyangka kamu tidak baik, berkebalikan dengan apa yang saya rasakan. Mereka hanya menduga dan asal mengecap. Tanpa tahu apa-apa. Ph, tidak. Belum tahu. Tapi orang bilang kita tidak bisa menilai orang saat kita merasa nyaman dengan mereka. Mungkin. Tapi bukankah pada dasarnya semua manusia itu baik? Kamu juga. Haha, kali ini saya berusaha tidak menangis. Tidak ada yang perlu ditangisi, kan?
Saya dan hidup saya. Kamu dengan hidup kamu. Stelah ini (mungkin) tidak akan ada lagi 'kita'. Dan semoga gelisah dan rindu ikut hilang bersama kamu.
4 Maret 2012, 00:00
Happy birthday, nugie.
Akhrirnya hanya ini yang terkirim
Semoga Tuhan selalu melindungi kamu, Gi
No comments:
Post a Comment
saya tidak keberatan dengan komentar :D