Thursday, January 1, 2015

Perkara Pertemanan

Segala sesuatu, seberat apapun usaha untuk mendapatkannya, akan lebih sulit tentang bagaimana ia mempertahankannya. Seperti sebuah hubungan, sesederhana sebuah pertemanan. Tidak sulit untuk memulai pertemanan, apalagi untuk orang kita, yang terkenal ramah itu. Bagi kebanyakan orang, sekali bertegur sapa, dua kalibertemu dan mengobrol, tiga kali menemukan dan menghabiskan waktu untuk itu, sudah memenuhi syarat dipanggil teman.

Tidak ada teori pasti bagaimana manusia bisa saling berteman beitu lama, dengan adanya campur tangan budaya, kebiasaan,bahkan ego masing-masing. Tapi satu hal yang pasti, layaknya hal lain, pertemanan bukan bernilai pada angka seberapa lama ia bersama, tapi seberapa lama ia berproses. Berproses, tidaklah pernah mudah.

Jangan tersinggung jika kamu merasa tersisih dari teman-temanmu (entah darimana asalnya, setiap individu memiliki insting ini). Boleh jadi kamu melewatkan prosesnya. bagi saya, ada tiga kemungkinan.

Pertama, kamu tidak berusaha mengikuti jejak temanmu, atau temanmu tidak bisa mengikuti langkahmu, entah kamu yang terlalu cepat ataudia yang terlalu lamban. Kalau kamu membaca ini, kamu harus memperbaiki ritme pertemananmu.

Kemungkinan kedua, boleh jadi, ia tidak suka mengikuti langkah orang lain. Tipe ini adalah teman yang idealis. Berjalan masing-masing tetapi tetap menghargai.

Kemungkinan ketiga adalah favorit saya. Berteman itu, akan m=semakin raket ketika frekuensi bertemu semakin sering. Bukan hanya soal lamanya berteman, sekali lagi, tapi prosesnya. Berteman adalah proses. Ini mencakup dua kemungkinan sebelumnya. Dengan terbiasa bertemu, kamu akan semakin mahir memainkan ritme dan semakin menghargai. Semakin banyak angka frekuensinya, mau tidak mau setiap individu akan belajar tentang individu lain.

Berteman itu, berproses. Jangan sembarang menilai jika kamu tidak berkecimpung dalam prosesnya. janagn tersinggung ika kamu tidak dilibatkan di dalamnya, boleh jadi kamu  belum masuk dalam prosesnya. Setiap pertemanan memiliki prosesnya sendiri. Tidak akan sama, karena dasarnya setiap individu tidak ada yang saam. Bahkan setiap individu punyatakaran masing-masing untuk mengukur pertemanannya.

Baiklah. berproseslah dengan baik. Mempertahankan akan jauh lebih sulit pada awalnya. Tapi pribahasa jawa bilang, "witing trisno jalaran soko kulino" (cinta itu tumbuh karena terbiasa). Maka, biasakanlah berproses, kawan.

No comments:

Post a Comment

saya tidak keberatan dengan komentar :D