aku menggali lagi tanah yang masih merah itu. telaga rindu itu kembali terkuak, air mengalir deras dari dalamnya. hanya saja, air telaga itu tak lagi menyakitiku. ia hanya membuatku mengambang, tanpa asa, tanpa rasa. maka, kutenggelamkan diriku tanpa ragu. kutulis sendiri nisanku di atasnya. semoga semesta mengirim kabarnya padamu.
No comments:
Post a Comment
saya tidak keberatan dengan komentar :D