Thursday, August 16, 2012

Mimpi

Aku menunggu gelisah, hari sudah merangkak menuju kegelapan.
Kemudian kau datang, dengan sepeda tuamu itu. Menawarkan sebuah tumpangan untuk kembali.
Aku mengangguk pasrah dan membaca apa yang kau pikirkan.
Bagaimana aku tahu, jika sekalipun tidak dia menyandarkan kepalanya padaku sebagai tempat singgah dan merasa aman?
Aku tersenyum menyambutmu. Aku duduk dan memelukmu erat sembari menyandarkan kepalaku di punggungmu.Dan aku menikmati irama jantungmu yang tak keruan menyambutku.
Sepeda tua itu beranjak jauh. Dan sampai di pemberhentian yang seharusnya.
Dan aku mengucapkan terimakasih yang seharusnya.
Kau menggenggam tanganku dan melepaskanku pergi.
***
Aku membuka mataku yang silau disapa sinar matahari. Membaca situasi sekeliling ranjangku.
Hanya mimpi. Sial.
Aku kembali menarik selimut dan memasukkan tanganku ke balik bantal.
Ada sesuatu mengganjal. Setangkai mawar kering menyembul dari balik bantal.
Lelaki dalam mimpiku itu rupanya membiarkan aku menyimpan pemberiannya semalam.
***

No comments:

Post a Comment

saya tidak keberatan dengan komentar :D