kepada tuan masa depan.
aku menunggumu, meringkuk, lapuk
menunggu kau menyapaku dengan hangat seperti secangkir kafein pekat di pagiku yang kelabu.
aku memejamkan mataku erat, berharap saat aku membuka mata kau sedang mendekapku hangat.
aku menyimpan semua perasaanku, tawaku, di dalam sebuah kotak.
agar saat kau ketemukan nanti, kau bisa menikmati semua letupan-letupan kecil yang lama kupendam sendiri.
agar saat kau menemukanku nanti, kau tahu betapa aku begitu ingin menemukanmu.
kepada tuan masa depan, datanglah segera.
No comments:
Post a Comment
saya tidak keberatan dengan komentar :D