aku berlayar ke dalam mata teduhmu, mengikuti aliran anak ombakmu yang begitu tenang.
aku merenung, berpikir begitu lama dengan beragam mengapa.
mengapa.
aku hanya diam menatap punggungmu, puas.
tak ada lagi yang harus dicukupi, siluetmu saja sudah lebih dari cukup.
senja itu kita bertegur sapa, membuatku berkenalan dengan
ribuan kupu yang mengaduk senjaku.
hari itu juga, pikiranku sedang teraduk karena berbagai masalah jahat yang akhir-akhir ini menghadang.
tapi sekali lagi, terima kasih karena kamu telah
mengaduk senjaku.
No comments:
Post a Comment
saya tidak keberatan dengan komentar :D