aku berlayar ke dalam mata teduhmu, mengikuti aliran anak ombakmu yang begitu tenang.
aku merenung, berpikir begitu lama dengan beragam mengapa.
mengapa.
aku hanya diam menatap punggungmu, puas.
tak ada lagi yang harus dicukupi, siluetmu saja sudah lebih dari cukup.
senja itu kita bertegur sapa, membuatku berkenalan dengan
ribuan kupu yang mengaduk senjaku.
hari itu juga, pikiranku sedang teraduk karena berbagai masalah jahat yang akhir-akhir ini menghadang.
tapi sekali lagi, terima kasih karena kamu telah
mengaduk senjaku.
Thursday, March 27, 2014
Saturday, March 22, 2014
mencinta dengan sederhana. bukankah kesederhanaan itu begitu indah? tanpa kata letih tanpa ada pamrih. ikhlas dalam memberi dan menerimanya sekaligus. tak ada resah dan gelisah meski dalam susah.
kesederhanaan itu mahal sekali harganya, tidak bisa dinilai dengan uang sekalipun. tapi bagi jiwa-jiwa yang mengerti, sesungguhnya sederhana selalu melingkupi jalanmu menuju rumah.
kesederhanaan itu mahal sekali harganya, tidak bisa dinilai dengan uang sekalipun. tapi bagi jiwa-jiwa yang mengerti, sesungguhnya sederhana selalu melingkupi jalanmu menuju rumah.
Subscribe to:
Comments (Atom)