Thursday, January 17, 2013

hari keempat: Untuk Rindumu yang Semu

aku lagi-lagi melihat kamu di ujung ruangan, menatap nanar deretan kata pada lembar usang itu. sudah kubilang, tidak perlu kamu baca lagi. kamu hanya perlu membacanya sekali, kemudian buang jauh-jauh. lupakan isinya. tapi kamu melakukannya lagi dan lagi. dan aku tidak bisa melarangmu. aku tahu kamu begitu, karena kamu merindukanku.

maafkan aku. kali ini aku tidak lagi punya daya kepadamu. maafkan aku, kali ini aku hanya bisa membuatmu terus bersedih.

tapi.
bukankah kamu yang bilang semua akan baik adanya? dan kamu membuatku percaya.
bukankah kamu yang bilang kamu akan baik-baik saja? dan kamu membuatku merasa kian merasa bersalah
bukankah kamu yang bilang  jarak dan waktu bukan masalah? kamu bohong.
aku tidak bisa menyalahkan kamu, kamupun tidak bisa menuduh semesta. semua mungkin akan lebih baik begini. aku yakin, kamu bisa meninggalkan hari-hari seperti ini. aku yakin kamu akhirnya bisa merelakanku. anggap saja aku ini hanya sesendok gula dalam cangkir kopimu. aku ada, kamu tidak perlu khawatir. kamu hanya tidak melihatku. kamu bisa merasakanku, kamu hanya tidak menyadarinya.

jadi, sudah kubilang, kan hari itu? tersenyumlah. aku tidak meninggalkanmu.
rindu semumu akan segera terbalaskan, suatu saat. Tuhan sedang mengajarimu untuk bersabar. jangan biarkan kamu yang menunggu waktu, biarkan waktu yang melakukannya untukmu.
aku akan menunggumu, kamu tidak perlu khawatir. aku sepenuhnya milikmu.

17.1.13
sarah aghnia husna



3 comments:

  1. setiap paragraf dikasi jeda spasi dong neng, jadi enak mbacanya :D..

    kamu jangan marah terus, nanti dianya kabur.. ehehe, maapkan komen sotoy aku. tetap semangat nulis yahh :D caiyoo


    ikavuje

    ReplyDelete
  2. iya maaaf kakakk :"
    terimakasih komennya :))
    maraah? wah kakak benar-benar sotoy deh :3 hehe

    ReplyDelete
  3. ini..indah..

    blogwalking on.

    ReplyDelete

saya tidak keberatan dengan komentar :D