Wednesday, October 10, 2012

Kisah Hujan, Bumi dan Matahari

Hujan memeluk bumi, menebus tetes demi tetes rindu yang tersimpan lama.Bumi bukannya tidak suka pada matahari, matahari menghangatkannya, sungguh. Matahari begitu setia. Hanya saja ia  butuh hujannya. Rindu itu usai sudah. Terbayar lunas. Goresan pelangi menandakan perpisahan mereka. Mereka-- hujan dan bumi berpisah, membawa asa. Semoga semesta kembali berkonspirasi mempertemukan mereka. Hujan menitip pesan bagi matahari, agar menjaga buminya selama ia pergi. Manusia yang menggerutu ketika hujan tiba hanyalah mereka yang tidak tahu, betapa bumi dan hujan saling merindu. Mereka adalah yang tidak tahu betapa mereka menunggu semesta mempertemukan mereka. Mereka adalah yang seharusnya mulai belajar bahwa cinta tidaklah harus selalu bersama. Mereka adalah yang harus belajar bahwa sedikit saja kebahagiaan adalah sesuatu yang layak dibalas dengan syukur.

Oktober 2012,
sarah aghnia husna

No comments:

Post a Comment

saya tidak keberatan dengan komentar :D