Thursday, January 31, 2013

hari kedelapan belas: sepotong surat untuk @kucingpukpuk

hallo @kucingpukpuk .
gimana kabar kalian pagi ini? aku terus terang lagi suntuk berat sama pagi ini. hujan turun semalaman sampai subuh tadi. aku juga lagi flu gara-gara kehujanan kemarin. *curhat*

rasanya agak aneh nulis surat cinta buat kalian, tapi berhubung tahun terakhir aku pengen banget nulis ini buat kalian.

ehm, jadi aku ingin bilang kalau aku berterimakasih sekali sama kalian untuk semua selama hampir dua tahun belakangan ini. kalian adalah yang terbaik yang pernah aku temui. sering banget pas mood sarah naik-turun kalian ngebuat semuanya terasa baik-baik aja. semua masalah kayaknya nggak ada artinya. ngeliat kalian ketawa kayak orang gila setiap hari rasanya bisa jadi obat stress pribadi. makasih ya, kalian berharga banget buatku, dan waktu kayaknya nggak suka kita bareng terlalu lama. nggak kerasa, ya, udah tinggal dua bulan lagi. mau nggak mau kita harus ketemu hari itu. hari dimana kita harus mempertanggung jawabkan hasil belajar kita selama tiga tahun dan sekaligus hari dimana kita harus memperjuangkan mimpi-mimpi kita.

tapi, semuanya nggak akan kerasa berat kalau kita ngelakuinnya bareng-bareng, kan? *baca: bukan contoan berjamaah :p* .yap. kita semua pasti bisa ngelaluin semuanya bareng-bareng. karena bersama kalian, semuanya terasa mudah. kita hanya perlu memperjuangkannya bersama -sama.

duh, jujur aku pasti bakal malu banget kalau kalian baca surat ini. jadi buat mimin yang liat surat ini, buat siapa aja yang liat surat ini, jangan pernah bilang kalian udah baca, ya. aku malu, dan lebih takut lagi nangis di depan kalian.

@kucingpukpuk , aku sayang banget sama kalian semua. dan aku pasti bakal bener-bener kangen sama kalian semua :"/ .*hug*


31.1.13
tertanda, @kucingpukpuk 35



sarah aghnia husna

Saturday, January 19, 2013

hari keenam: halo, aku rindu

mengingat kamu, seperti membuka kotak rahasia. tidak boleh ada yang tahu.
membuka memori lama yang mengandung kamu, pastilah seperti membuka kapsul waktu.

halo. apa kabarnya kamu?
sudah lama tidak disengat rindu tentang kamu. sial sekali hari ini rindu itu kembali ingin main bersama rasa di lorong hati. hari ini aku teringat tentang kamu, tentang kita dan semua ocehan gila kita tiga tahun yang lalu. ah. sial. semua tidak boleh diingat, kan? mengingat kamu sudah punya yang lain sekarang.

halo. bagaimana perasaaan kamu saat ini? bahagia kah?
aku cuma ingin bilang kalau aku rindu kamu.



19.1.13
sarah aghnia husna

Thursday, January 17, 2013

hari keempat: Untuk Rindumu yang Semu

aku lagi-lagi melihat kamu di ujung ruangan, menatap nanar deretan kata pada lembar usang itu. sudah kubilang, tidak perlu kamu baca lagi. kamu hanya perlu membacanya sekali, kemudian buang jauh-jauh. lupakan isinya. tapi kamu melakukannya lagi dan lagi. dan aku tidak bisa melarangmu. aku tahu kamu begitu, karena kamu merindukanku.

maafkan aku. kali ini aku tidak lagi punya daya kepadamu. maafkan aku, kali ini aku hanya bisa membuatmu terus bersedih.

tapi.
bukankah kamu yang bilang semua akan baik adanya? dan kamu membuatku percaya.
bukankah kamu yang bilang kamu akan baik-baik saja? dan kamu membuatku merasa kian merasa bersalah
bukankah kamu yang bilang  jarak dan waktu bukan masalah? kamu bohong.
aku tidak bisa menyalahkan kamu, kamupun tidak bisa menuduh semesta. semua mungkin akan lebih baik begini. aku yakin, kamu bisa meninggalkan hari-hari seperti ini. aku yakin kamu akhirnya bisa merelakanku. anggap saja aku ini hanya sesendok gula dalam cangkir kopimu. aku ada, kamu tidak perlu khawatir. kamu hanya tidak melihatku. kamu bisa merasakanku, kamu hanya tidak menyadarinya.

jadi, sudah kubilang, kan hari itu? tersenyumlah. aku tidak meninggalkanmu.
rindu semumu akan segera terbalaskan, suatu saat. Tuhan sedang mengajarimu untuk bersabar. jangan biarkan kamu yang menunggu waktu, biarkan waktu yang melakukannya untukmu.
aku akan menunggumu, kamu tidak perlu khawatir. aku sepenuhnya milikmu.

17.1.13
sarah aghnia husna



Wednesday, January 16, 2013

hari ketiga : Tanpa Batas

kepada lelaki yang mengukir potongan senja di setiap lengkungan senyumnya.
kepada lelaki yang memiliki binar mata sempurna di setiap kedipannya.
kepada lelaki yang, ah saya tidak tahu harus berkata apa lagi.
saya mengingat kamu. setiap hari, di setiap waktu saya yang berharga. saya merelakan angan saya melayang, menjelajah dimensi bersama kamu, karena kamu adalah rindu menjanjikan.  saya tidak tahu, bagaimana Tuhan bisa menciptakan makhluk yang mampu membuat oksigen--yang seharusnya mengisi rongga paru-paru saya, selama beberapa detik tidak mampu saya hisap. saya tidak tahu, alasan apa yang membuat kupu-kupu secara tiba-tiba muncul dalam perut saya dan menggelitik setiap melihat tawa kamu. kamu menhilangkan batas logika dan perasaan saya, membuat otak dan hati saya berkawan baik.
bolehkah saya bilang kamu, ehm. memikat?
tidak, saya rasa saya tidak berlebihan. kamu memiliki segalanya. rambut ikal kecokelatan yang menjuntai sampai hampir menyentuh kerah baju. mata indah seperti biji kenari yang bersinar. deretan gigi rapi dengan senyum seperti yang saya katakan sebelumnya. kamu ramah, kamu cerdas, kamu disenangi semua orang. apa lagi yang mungkin kamu harapkan? apa lagi yang mungkin saya katakan?
kalau ada kata semacam sempurna untuk manusia--karena saya yakin kesempurnaan hanya milik Tuhan, saya akan menyebut kamu begitu.
kepada lelaki yang membuat jantung saya bekerja dua kali lebih cepat.
bolehkah saya menyimpan rasa pada kamu? sungguh, saya hanya akan menyimpannya. nanti pada saatnya, saya akan serahkan keranjang berisi toples-toples rasa saya yang mungkin tak akan terhitung jumlahnya.
saat ini, kamu hanya perlu tahu. saya mencintaimu dan akan mencintaimu, tanpa batas.

16.1.13
sarah aghnia husna

Tuesday, January 15, 2013

hari kedua: ini (bukan) surat cinta

kepada alitt susanto a.ka @shitlicious
halo. apa kabar?
sebenarnya saya belum pernah menulis surat cinta untuk orang yang "nyata", apalagi selebtwit -____-
jadi, pertama-tama anggaplah ini bukan surat cinta. mungkin, ini cuma surat sebagai rasa terimakasih saya karena salah satu tulisan abang menginspirasi saya.
jujur, saya nggak tau harus nulis apa. saya juga tahu diri abang pasti juga nggak peduli saya nulis apa buat abang, karena nggak akan merubah apa-apa dari abang. jadi sebelumnya saya minta maaf udah lancang berani nulis surat cinta untuk selebtwit sekece abang.
oke. kembali ke inti surat saya.
sebenarnya saya nggak pernah berniat baca buku abang, skripshit. no offense. sebutlah konspirasi semesta atau sebuah kebetulan, akhirnya saya baca buku abang. dan abang nggak perlu khawatir, saya akui buku abang bagus. saya sampai sakit perut gara-gara kebanyakan ngakak. terimakasih bang, saat itu saya sumpek dan sudah lama nggak merasakan nikmatnya ngetawain orang *hapus kalimat terakhir*.
saya salut sama abang. walaupun abang nulis buku ngocol kayak gitu, abang masih ngasih sesendok pengalaman hidup abang dibalik cerita-cerita abang yang lain. cerita hidup abang "nyentil" saya secara nggak langsung. saya jadi mikir buat bikin hidup saya lebih berarti lagi, saya nggak mau nyia-nyiain masa muda saya #tsaaah *lempar saya dari tebing*
karena itu, bang. lewat kesempatan nulis surat cinta ini, saya ingin berterimakasih sama abang. saya mau menyampaikan apresiasi saya sama abang, sama tulisan-tulisan abang yang membuat saya berhasil ngumpulin potongan-potongan tawa saya buat ngetawain kekonyolan hidup abang.
nah, bang. saya akhiri surat saya di sini ya. semoga abang nggak membenci saya karena udah lancang ngatain abang di surat cinta yang harusnya penuh cinta ini. sekali lagi terimakasih bang. semoga abang cepet melepas gelar mahasiswa abadi dan sukses terus buat bikin orang bahagia. mention saya bang, kalo abang selesai baca surat saya. semoga kita ketemu kapan-kapan :)


15.1.13
sarah aghnia husna

Monday, January 14, 2013

hari pertama : ketika kamu pulang

hai. selamat sore.
wangi hujan menyapa hidung saya begitu saya membuka mata dari istirahat siang saya. ah. memori-memori beku yang bergelantungan itu tampaknya telah kering. ragu, saya menyentuh salah satu di antaranya. jemari saya merasakan dingin, benda itu belum kering sepenuhnya. saya bahkan masih dapat merasakan ingatan-ingatan dalam benda mati itu. saya dapat merasakan tawa hangat yang selalu kamu perdengarkan pada saya setiap kali saya berkelakar. wangi tubuh kamu, masih sangat saya hapal pun terpisah jarak di ujung pengelihatan. semua tentang kamu tak pernah menguap dari memori otak saya, selalu menggenang, basah dan tak kunjung kering. kali ini, otak saya mantap berkonspirasi dengan hati saya. mereka mantap untuk enggan melepas kamu dari laci-laci memori saya.
saya melirik jam di ujung ruangan. ia tampak sedang menggoda saya. benar saja, wangi kopi tampak menyeruak dari ujung ruangan yang lain. suara kaki mengendap-endap tampak terdengar mendekat.
selamat datang kembali di rumah, tuan. saya siap menyambut rasa yang kembali menjadi tunas-tunas yang mulai bermekaran ketika kamu kembali pulang.

14.1.13
sarah aghnia husna