Monday, December 31, 2012

denting piano


denting piano menyeruak dalam kepala.
denting pianomu merusak batin, menghancurkan angan-angan.
denting indah pianomu membuat saya layaknya boneka kayu.
saya muak.
ingin muntah rasanya di hadapanmu.
denting palsu. merusak melodi. merusak tangga nada.
pergi saja.
denting palsu piano tuamu.
hilanglah saja, tenggelam dalam keheningan.
bangun saja pusaramu sendiri.
kubur jasad nadanya dalam tanah basah yang merah.
bermainlah lagi, tuan.
tunjukkan denting nada yang sempurna.
ia telah mati, mengubur nadanya sendiri.
perdengarkan lagi pada saya, tuan.
denting indah yang lama saya rindukan.


titik

hari ini aku berharap aku bermimpi. hari ini aku berharap mimpi itu datang kepada malam-malamku. aku berharap Tuhan mengijinkan aku mengintip sedikit petunjuk tentang masa depan. hari ini, asalkau tahu, Tuan. aku meringkuk ketakutan. aku tidak tahu kemana harus melangkah. aku tidak tahu kemana harus sembunyi. bahkan tidak tahu harus tetap berjalan atau lebih baik berhenti. aku tidak takut akan apapun. tapi kali ini berbeda. aku takut tidak akan menemukanmu. aku takut tidak akan menemukan masa depan. titik. titik itu menggangguku, aku tak dapat menemukan cahayaku. titik

Saturday, December 1, 2012

gila

sebut aku gila, karena kamulah semestaku.
sebut aku tidak waras, karena segala hal tentangmu selalu menjadi menarik.
sebut aku sinting karena segala hal tentangmu selalu terasa benar.
sebut aku ketiganya karena menyapamu saja aku tak bernyali